TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Model analisis permintaan dan penawaran ini, didasarkan pada mekanisme pasar atau sering disebut sistem/mekanisme harga. Dua unsur yang membentuk pasar adalah permintaan dan penawaran
I. PERMINTAAN
Permintaan adalah berbagai kombinasi harga dan jumlah yang menunjukkan jumlah suatu barang yang ingin dan dapat dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga untuk suatu periode tertentu. Beberapa kata kunci dalam pengertian permintaan ini adalah :Pertama, permintaan adalah berbagai kombinasi harga dan jumlah bukan satu harga dan satu jumlah tertentu. Pengertian permintaan selalu menunjukkan suatu schedule, sedangkan jumlah yang diminta itu adalah jumlah yang betul-betul dibeli pada harga tertentu. Kedua, supaya permintaan akan barang itu terjadi maka konsumen haruslah ada keinginan (willing) dan kemampuan (ability) membeli. Seorang konsumen ingin membeli mobil baru tidak berarti ada permintaan akan mobil dari dia. Dia harus pula mampu membeli untuk adanya permintaan. Ketiga, permintaan menunjukka pembelian pada satu periode waktu tertentu. Apabila periode waktu tersebut berubah, maka kombinasi harga dan jumlah, dengan demikian permintaan akan berubah. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu di
Untuk menjelaskan pengertian permintaan, berikut ini disajikan satu contoh. Beras, dibeli oleh individu maupun perusahaan untuk makan, dibuat tepung atau sebagai bahan pembuat kue. Jika beras itu ditawarkan dengan harga yang tinggi sekali, Maka tidak akan ada yang membeli sebab pembeli akan membeli alternative beras yang relative lebih murah (jagung misalnya). Apabila harga diturunkan sedikit akan menarik beberapa konsumen untuk membeli, dan penurunan harga selanjutnya akan mendorong lebih banyak pembeli. Dengan demikian tidak ada satu jumlah tertentu yang diminta pada satu harga tertentu, melainkan berbagai jumlah yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga. Tabel berikut menyajikan skedul permintaan (yang disebut juga dengan permintaan)
Tabel 1.1
Berbagai jumlah beras yang dibeli pada berbagai tingkat harga
| Harga (Rp/Kg) | Jumlah yang dibeli (Kg) |
| 800 | 0 |
| 700 | 10 |
| 600 | 23 |
| 500 | 38 |
| 400 | 45 |
| 300 | 55 |
| 200 | 70 |
| 100 | 82 |
Gambar 1.1
Kurva permintaan akan beras



Dari table dan grafik di atas terlihat bahwa harga yang semakin tinggi (dari Rp 100 sampai dengan Rp 800 per kg) jumlah yang akan dibeli oleh konsumen semakin sedikit dari (82 kg sampai 0 kg), apabila faktor-faktor lain tidak berubah.Hal ini terjadi karena, pertama : dengan kenaikan harga maka pendapatan riil (jumlah beras yang dibeli dengan pendapatan tertentu) menurun sehingga jumlah beras yang akan dibeli semakin sedikit. Kedua, kenaikan harga beras konsumen yang akan mencari barang pengganti (jagung) yang harganya relatif lebih murah sehingga jumlah beras yang dibeli semakin berkurang. Kurva yang menggambarkan hubungan negative antara harga dengan jumlah yang diminta disebut kurva permintaan. Dengan demikian kurva permintaan adalah kurva yang menggambarkan bagaimana/berapa jumlah barang yang diminta selama suatu periode waktu tertentu akan berubah sebagai akibat perubahan harga barang tersebut, apabila faktor-faktor lain tidak berubah. Inilah yang disebut hukum permintaan. Hukum di sini berarti keajegan bukan hukum dalam arti aturan.
Jumlah yang diminta tidak hanya tergantung pada harga saja, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti: pendapatan, selera, perkiraan, banyaknya konsumen serta harga barang lain. Apabila faktor-faktor ini berubah maka hubungan negatif tersebut belum tentu berlaku. Dengan kata lain apabila hal-hal lain tidak konstan (sering pula disebut dngan istilah ceteris paribus) maka hukum permintaan tersebut belum tentu benar. Perubahan faktor lain tersebut tercermin pada pergeseran kurva permintaan (perubahan permintaan). Sedangkan jumlah yang diminta berubah apabila harga berubah, ceteris paribus. Perubahan jumlah yang diminta tercermin pada pergerakan di dalam satu kurva permintaan.
Pergeseran kurva permintaan (perubahan permintaan) dapat timbul karena :
a) Perubahan pendapatan. Apabila pendapatan konsumen meningkat dengan harga beras yang sama konsumen dapat membeli jumlah yang lebih banyak, tentu saja apabila faktor-faktor lain tetap.
b) Selera. Selera konsumen akan beras yang meningkat dapat mendorong pembelian beras yang lebih banyak meskipun harga tidak berubah.
c) Perkiraan (expectation). Apabila konsumen memperkirakan harga beras di kemudian hari akan meningkat, maka konsumen akan cenderung membeli beras lebih banyak saat ini.
d) Jumlah konsumen. Apabila jumlah penduduk bertambah, maka jumlah beras yang dibeli akan semakin besar meskipun harga tidak turun.
e) Harga barang lain. Hubungan satu barang dengan barang lain itu dapat bersifat saling mengganti (substitute) dan saling melengkapi (komplementer). Apabila harga barang pengganti (jagung) naik maka konsumen akan membeli beras lebih banyak. Penurunan harga gula kelapa konsumen cenderung membeli beras lebih banyak guna membuat kue apem.
Secara grafik, perubahan dari faktor-faktor diatas, menyebabkan kurva permintaan bergeser kekanan atas dari DoDo ke D1D1.
Gambar 1.2
Pergeseran Kurva Permintaan
Harga (Rp/kg) Do

![]()
D1 Do Jumlah beras yang diminta (kg)
![]()
![]()
Perubahan dari titik A ke B merupakan perubahan jumlah yang diminta karena harga turun. Sedangkan pegeseran kurva permintaan dari D0D0 ke D1D1 disebut perubahan permintaan karena factor-faktor lain (selain harga) yang mempengaruhi jumlah yang diminta (cateris paribusnya) berubah
II. PENAWARAN
Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.
a) Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran :
1. Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini membawa kita pada hukum penawaran yang menyatakan bahwa “ semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin ditawarkan oleh penjual, begitu juga sebaliknya.
2. Harga barang lain yang terkait
Barang-barang substitusi dapat mempengaruhi penawaran suatu barang. Apabila harga barang substitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan barang komplemen, dapat kita nyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang dan sebaliknya.
3. Harga Faktor produksi
Kenaikan harga faktor produksi, seperti tingkat upah yang lebih tinggi, harga bahan
4. Biaya produksi
Kenaikan harga input menyebabkan kenaikan biaya produksi. Apabila biaya produksi meningkat maka produsen akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang itu berkurang.
5. Teknologi produksi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru.
6. Jumlah pedagang / penjual
Jumlah penjual suatu produk tertentu yang semakin banyak akan menyebabkan penawaran barang tersebut akan bertambah.
7. Tujuan perusahaan
Tujuan perusahaan untuk memaksimumkan laba menyebabkan tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara maksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum
8. Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi penawaran suatu barang.
b) Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran adalah penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Secara matematis
Qs = F (Px, Py, Fp, T1 ............... )
Persamaan penawaran
Qs = a + bp
c) Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.
Contoh :
| P (Harga) | Qs ( Quantiti) |
| 200 | 10 |
| 400 | 30 |
| 600 | 50 |
| 800 | 70 |
| 1000 | 90 |
Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
- Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
- Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas
- Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasaR
Contoh :
P
1000
800
600
400
200
Q
10 30 50 70 90
Contoh :
| P | Q |
| 2 | 14 |
| 4 | 19 |
| 6 | 24 |
| 8 | 29 |
| 10 | 30 |
3 = Q + bp 14 = a + 22,5
14 = a + 2b 14 = a + 5
![]()
19 = a + 4b a = 9
5 = 2b Q = 9 + 2,5
b =
= 2,5
10![]()
8
6 4
2
![]()
![]()
![]()
![]()
30 29 24 19 14
d) Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
Q 0 Q2

![]()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar